Home / BERITA POTO / Proyek Sumur Bor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tidak Ada Manfaat Nya Bagi Warga

Proyek Sumur Bor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tidak Ada Manfaat Nya Bagi Warga

Tulangbawang Barat – minyingkapi Proyek sumur bor dinas PUPR tahun 2018 di tiyuh kibang budi jaya, kecamatan lambu kibang, kabupaten tulangbawang barat tepatnya di RK: 8 / RT: 23 diduga mempergunakan paralon abal – abal dan tidak mengantonggi surat hibah dari pemilik lahan baik dari warga dan lahan Masjid Al Mujahidin.

“Sutomo selaku pengurus masjid Al Mujahidin membenarkan untuk lahan yang di pergunakan baik sumur bor dan kempu air mereka tidak mengantongi surat hibah dari pihak masjid bahkan saya selaku pengurus masjid tidak pernah menanda tangan surat apapun.

Sebenar nya itu untuk pondok mas bukan untuk masjid, tapi waktu itu mereka saya lihat di jembatan besar itu mas saya samperin salah satu mereka bingung kalau sumur ini mau di tarok dimana maka saya ajak mereka ke masjid di sini saja ngak apa – apa kata saya, “Ucap Sutomo.

Seperti yang di sampaikan oleh pak hasan pemilik lahan yang di tempati kempu air tambahan sekitar 4 x 4 merasa tidak pernah menanda tangan surat apapun apa lagi surat hibah untuk mendiri kan kempu air tersebut.

Menurut pak hasan ini juga tidak ada manfaat bagi warga disini semenjak berdiri nya sumur bor itu sampai sekarang belum pernah berjalan silahkan cek saja water meter nya banyak yang masih nol, “Kata nya.

‘Waluyo juga menyampaikan kalau dia tidak tau program nya dari siapa proyek siapa sumur bor itu. Tau mereka mau narok kempu air tambahan didepan rumah bapak, di singgung mengenai surat hibah untuk lahan yang di pergunakan saya juga tidak pernah menanda tangan dan mereka tidak pernah membahas permasalah surat apa pun.

“Gunawan selaku sekretaris masjid mengatakan dari tahun 2018 sampai 2020 sumur ini belum pernah di rasakan oleh warga setempat itu di karenakan paralon nya pecah sana sini terlebih lagi penanaman paralon nya kurang dari tiga puluh senti, itu jaga paralon yang berukuran besar bukan bermerk wavin atau standar SNI.

Padahal warga sangat berharap kalau sumur itu bisa dipungsikan apa lagi di musim kemarau kami sangat membutuhkan air.padahal dulu sudah pernah di rawat tapi sama saja ngak ada manfaat nya bagi warga, “Ucap Gunawan.

Di jumpai di ruang kerja Jum’At (16/10/2020) kepalo tiyuh tabroni mengatakan mengenai sumur bor itu pada waktu itu memang saya menanda tangan surat tapi bukan surat hibah, itu surat Kalau proyek itu sudah masuk ke tiyuh, itu juga sebelum nya kami mengajukan proposal ke dinas PUPR Provinsi untuk di umbul timun bukan disitu, ” Katanya. (*)

Red

 3,042 total views,  495 views today

Share

About NEWSTKPTV.COM

Check Also

Dipandang Menghambat Perkembangan Media, FPII Lampung Tengah Mendesak Pemerintah Mencabut Perbup no.8 Tahun 2019

Lampung Tengah,- Sejak dikeluarkannya Peraturan Bupati Lampung Tengah No.8 Th 2019, tentang Pedoman Kerjasama Publikasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *